Transaksi Forex dengan Pola Candlestick Gabungan

Transaksi Forex dengan Pola Candlestick Gabungan

Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan analisa forex anda adalah dengan “zoom out” pada area chart anda daripada terus menerus “zoom in”. Dengan memperkecil area chart anda (zoom out), anda akan mendapatkan informasi lebih banyak dan gambaran arah pergerakan harga yang lebih jelas.
Dengan “zooming out”, anda bisa melihat paling tidak 10 formasi candlestick. Dengan begini anda bisa melihat, jika formasi candlestick tersebut “digabungkan”, informasi yang diberikan akan lebih banyak dibandingkan saat trader lebih fokus pada 1 atau 2 badan candle.
Mari lihat beberapa contoh pola candlestick gabungan yang sering ditemui pada chart:

POLA CANDLESTICK GABUNGAN

Pertama-tama, anda harus bisa mengabaikan bentuk individual candle saat anda mencari pola ini. Bahkan anda bisa “zoom out” area chart anda sampai anda tidak bisa melihat detil badan candlestick saat mencari pola gabungan ini. Setelah anda menemukan pola tersebut, baru anda bisa “zoom in” atau memperbesar area chart anda dan melihat perkembangan candlestick yang sedang berjalan untuk menentukan entry point.

Apa yang kita cari?

Intinya, yang kita cari adalah pola Double Top atau Double Bottom, dan variasi dari pola-pola tersebut, yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut. Pola ini terbentuk saat harga memantul dari resistance/support, paling tidak 2 kali berturut-turut. Cara ini cukup efektif mudah untuk mengidentifikasi perbalikan harga.
Saat anda mengindetifikasi titik perbalikan harga secara langsung (real-time), hal ini memungkinkan anda untuk mengeksekusi transaksi saat harga mulai menunjukan perbalikan, dengan stop loss di bawah atau di atas titik perbalikan harga. Jika anda menemukan pola seperti ini, anda bisa melakukan transaksi dengan rasio reward dan risk yang bagus.

Ada beberapa variasi dari pola gabungan ini, saya akan menjelaskannya menggunakan ilustrasi dari chart dengan time frame H1. Time frame H1 sangat membantu karena detil pergerakan harga yang ditunjukan cukup jelas, tapi juga cukup besar untuk mengurangi detil-detil yang tidak perlu. Selain itu, tidak seperti chart H4 atau D1, chart H1 selalu sama di belahan dunia manapun.

DOUBLE TOP ATAU DOUBLE BOTTOM

Pola dasar yang harus anda cari adalah Double Top atau Double Bottom. Pola ini terbentuk saat harga mencapai titik terendah atau titik tertinggi, lalu memantul, untuk kemudian berbalik arah kembali kurang lebih di level harga yang sama. Jika mencari pola ini, cari pola yang terbentuk dalam jangka waktu kurang lebih 24 jam atau lebih, dan melibatkan banyak formasi candlestick H1, bukan yang terbentuk hanya dalam hitungan menit atau jam.

Baca Juga:  Strategi Teknik Scalping HIT & RUN Akurasi 90%

Contoh dari pola double bottom dapat anda temukan pada gambar chart USD/CHF yang ditunjukan di bawah ini. Perhatikan bagaimana pasangan mata uang ini menyentuh harga terendah di 0.9635 (No.1), kemudian naik dengan cepat dan signifikan, sebelum akhirnya kembali turun menyentuh level 0.9635 2 hari kemudian. Pergerakan harganya membutuhkan lebih dari 4 jam untuk mengalami perbalikan.
Namun coba lihat seberapa signifikan kenaikan harga dari level tersebut (No.2). Jika anda fokus memperhatikan aksi harga dan formasi beberapa candle pada titik ini, tanpa buru-buru melakukan transaksi saat harga menyentuh level 0.9635, anda bisa masuk saat harga mulai mengalami perbalikan dan memetik cuan yang cukup banyak dari long-trade. Dari chart tersebut, aksi yang ideal adalah ENTRY BUY pada level 0.9755 dengan stop loss di bawah level 0.9635.
Contoh pola Double Bottom
Kuncinya adalah jarak waktu antara level tertinggi dan level terendah. Idealnya anda harus menunggu antara 24 sampai 72 jam.
Perhatikan bagaimana pada chart diatas, level terendah pertama hanya terbuat dari 1 badan candle, tapi level terendah kedua terbuat dari kurang lebih 10 formasi candle berurutan. Ini yang saya maksud dengan “pola gabungan candlestick”.

Di bawah ini adalah contoh dari Double Top yang terjadi pada Emas, dengan level tertinggi ekstrim di harga $1375/ounce. Periode waktu antara No.1 dan No.2 kurang lebih 60 jam. Disini aksi yang ideal adalah ENTRY SELL mendekati level No. 2, dengan stop loss di atas level $1376.
Contoh Pola Double TOP

TRIPLE TOP ATAU TRIPLE BOTTOM

Pola Triple Top atau Triple Bottom bisa diidentifikasi dari 3 titik tertinggi atau terendah yang secara beruntutan gagal menembus level harga yang kurang lebih sama. Pola ini cukup langka. Penting untuk diingat bahwa periode waktu antara masing-masing titik tertinggi atau terendah harus sama. Seperti sebelumnya, periode waktu paling ideal sepertinya selalu antara 48 sampai 72 jam, mungkin lebih lama. Contohnya ditunjukan di chart AUD/USD yang ada di bawah. Perhatikan titik tertinggi pertama, kebanyakan hanya ada shadow candle, biasanya ini pertanda positif.
Berdasarkan chart AUD/USD di bawah, ENTRY SELL bisa dilakukan antara level 0.7800 dan 0.7760, dengan stop loss diatas level 0.7840.
Contoh Pola Candle Triple Top

2b breakout adalah sebutan untuk variasi Double Top atau Double Bottom. Yang membedakan adalah titik tertinggi/terendah kedua melebihi yang pertama, dan perbalikan arah harganya lebih cepat. Dengan kata lain, failed breakout. Lebih dramatis kegagalannya, lebih bagus.

Secara teknikal, setiap pola Double Top dan Double Bottom yang titik tertinggi/terendah keduanya melebihi titik pertama bisa disebut 2b Breakout. Cara menentukan apakah pola tersebut betul-betul pola 2b Breakout atau tidak adalah dengan melihat badan candle. Biasanya hanya shadow candle yang menembus support/resistance, diikuti dengan badan candle di arah sebaliknya.

Contoh pola Triple Top yang ditunjukan diatas cukup memadai untuk dijadikan contoh pola 2b Breakout pada titik tertinggi ketiga, perhatikan candle bearish yang mengikuti segera setelah breakout.
Pola ini adalah pola paling umum dari semua pola yang dijelaskan pada artikel ini. Dengan alasan ini, hati-hati memilih pola mana yang akan anda gunakan. Biasanya pola ini akan menyentuh harga ekstrim yang jarang/belum tercapai sebelumnya.

QUASIMODO (OVER and UNDER)

Pola ini mirip dengan pola Triple Top atau Triple Bottom, dimana titik terendah kedua lebih rendah dari titik rendah yang pertama dan ketiga, atau sebaliknya, dimana titik tertinggi kedua lebih rendah dari titik puncak yang pertama dan ketiga. Pola ini adalah pola yang cukup kuat dan sering ditemukan diantara pola-pola candlestick gabungan lainnya.

Contohnya dapat dilihat dari chart Emas berikut ini:
Contoh pola chart QUASIMODO
Dengan melihat bagian-bagian yang ditandai di atas, di No.1, kita dapat melihat harga mulai mengalami penurunan, kemudian semakin turun, setelah itu berbalik naik dengan drastis. No.2 menunjukan harga turun sedikit di bawah level harga No.1; ini menunjukan pola Double Bottom. Namun pada No.3 dan No. 4, kita bisa melihat adanya penurunan ke level harga yang hampir sama, namun lebih tinggi dibandingkan No. 2. Jika harga dari titik ini tiba-tiba naik, kenaikan tersebut berdasarkan adanya pola Double Bottom dan Quasimodo, dan pola Double Bottom jangka pendek pada No.4.
Disini aksi yang paling masuk akal adalah aksi beli jika harga naik dengan cepat paling tidak ke level $1335, dengan stop loss di harga terendah $1331, atau paling tidak harga rendah terdekat; $1331.40.
Pola candlestick gabungan yang paling efektif biasanya memiliki beberapa variasi pola dalam satu struktur yang sama, memberi mereka faktor pendorong harga yang lebih kuat.

Pola Square Root terbentuk dari pergerakan harga yang mengalami penurunan, diikuti dengan 2 penurunan di level harga identikal, namun lebih tinggi dari yang pertama. Di arah sebaliknya, akan ada kenaikan, diikuti dengan 2 kenaikan di level harga yang setara, namun lebih rendah dari yang pertama. Pola ini dinamakan Square Root karena bentuknya yang mirip dengan simbol matematika square root (akar).

Di bawah ini ditunjukan contoh dari pola Bearish Square Root dari chart GBP/USD:
Contoh pola candle Bearish Square Root
Di No. 1 kita bisa melihat adanya kenaikan harga, yang kemudian diikuti oleh kenaikan yang hampir setara pada No. 2 dan No.3 . Kenaikan di No.2 dan No.3 ini menjadi sinyal adanya penurunan drastis. Pola ini serupa dengan pola Quasimodo (Over and Under).
Dengan menganalisa pola diatas, aksi paling ideal yang bisa dilakukan adalah ENTRY JUAL pada level 1.3275, dengan stop loss di atas 1.3345.

Dengan menganalisa pola candlestick gabungan yang terbentuk dalam periode waktu jangka panjang, menggunakan time frame H1, bisa membantu anda memilih transaksi yang memiliki presentase profit yang jauh lebih tinggi.
Sulit menemukan transaksi yang bertepatan dengan titik resistance/support, karena itu menggunakan formasi candlestick gabungan untuk menentukan dimana support dan resistance, bisa menjadi metode trading dengan hasil yang lebih memuaskan.

Incoming search terms:

  • pola candlestick yang baik sebagai entry point

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

Anda dapat juga diskusi dan sharing di Forum Trader Forex Indonesia

Belajar Dasar Forex