Seberapa Beresiko Cryptocurrency Itu? | Belajar Dasar Forex

Seberapa Besarkah Resiko Cryptocurrency?

Singkat kata, Cryptocurrency sangat beresiko.

Tidak ada yang tahu bagaimana aplikasi teknologi baru ini akan berkembang. Bisa jadi Cryptocurrency (kriptokurensi) adalah uang masa depan yang ditakdirkan untuk menggantikan mata uang nasional secara parsial atau bahkan seluruhnya, seperti yang dijelaskan pada bagian sebelumnya. Jika ini terjadi, nilai mata uang nasional akan terus turun terhadap kripto yang lebih populer, yang akan menjadi investasi unggulan.
Di sisi lain, apakah pemerintah nasional yang kuat akan menerima total kehilangan kendali atas jumlah uang beredar, atau akankah mereka bergerak untuk membatasi atau bahkan melarang operasi kriptokurensi sebagai alat tukar? Jika ini terjadi, maka kriptokurensi mungkin sedikit lebih dari sekedar iseng, pada 2017 yang baru saja harganya dapat meledak dengan sangat cepat.

Seberapa Beresiko Kriptokurensi Itu - Dasar Forex

Ada juga pertanyaan tentang Cryptocurrency yang akan dominan dalam jangka panjang. Bitcoin memiliki posisi terdepan yang jelas pada hari ini, tapi mungkin tidak akan terjadi satu tahun ke depan. Untuk perbandingan, mungkin dapat dilihat pada awal-awal tahun internet. Kembali pada hari itu, mesin pencari yang paling populer adalah ask.com, sebelum Google muncul dan apa yang terjadi sekarang ini! Jika berspekulasi tentang fakta bahwa ask.com adalah masa depan internet, untuk spekulasi jangka pendek pastinya benar, tapi apabila berspekulasi untuk jangka panjang sangatlah salah.

Mungkin juga ini berlaku pada Cryptocurrency yang mungkin mengembangkan masalah teknologi yang tak terduga yang dapat mempengaruhi reputasi dan nilainya, baik secara negatif maupun positif. Misalnya, ketika “DAO”, dana modal ventura terdesentralisasi yang dikaitkan dengan Ethereum, diretas pada tanggal 21 Juni 2016, nilainya turun dalam satu hari lebih dari 60%. Beberapa hari kemudian, terjadi “flash crash” pada satu bursa yang memindahkan harganya dari $300 menjadi $0,10. Dalam hitungan detik, meski harganya cepat pulih. Tak perlu dikatakan lagi, karena kemungkinan fluktuasi harga jenis ini, investor dengan “risk appetite” yang rendah harus sangat mempertimbangkan apakah volatilitas bawaan Cryptocurrency akan sesuai dengan gaya trading para trader.

Baik Ethereum dan Bitcoin juga mengalami “hard fork”, situasi di mana beberapa node yang berpartisipasi mengadopsi perubahan perangkat lunak yang ditolak oleh bagian penting dari node lain, yang bertahan dengan versi yang lebih tua. Jika dibiarkan tidak terselesaikan, itu menghasilkan Cryptocurrency yang membelah menjadi dua mata uang yang berbeda, sebuah gerakan yang kemudian dikenal sebagai “forking”. Pemilik Cryptocurrency diberi kompensasi setelah “hard fork” terjadi, kehilangan sebagian kepemilikan asli mereka, namun menerima nilai arus setara pada mata uang baru.

Sebelum berinvestasi atau berspekulasi dalam Cryptocurrency APAPUN, penting untuk dipahami sepenuhnya bahwa harga bisa turun hampir nol, kapan saja, dalam hitungan detik. Pada bagian sebelumnya bahwa aset spekulatif dengan volatilitas yang melonjak cenderung tiba-tiba turun nilainya.

Sederhananya, apa yang naik dengan cepat, bisa naik cepat lagi, tapi bisa juga turun sama cepatnya. Bitcoin misalnya, berharga $570 setahun yang lalu (2017). Sejak itu meningkat hampir 900%. Ini bisa turun menjadi $570 lagi, atau harga yang lebih rendah per Bitcoin. Beberapa analis berpendapat bahwa Bitcoin dan Cryptocurrency lainnya mungkin seperti “bom waktu”, yang dapat meledak dengan cepat, membuat investor terjebak dengan kehilangan hampir semua investasinya.

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

Belajar Dasar Forex