Rating Peringkat GDP Indonesia diantara Negara ASEAN

4.39/5 (31) Bagi yang sering melakukan analisa fundamental dalam dunia trading forex sering menemui istilah GDP (Gross Domestic Product) atau jika disadur ke bahasa Indonesia sering disebut dengan PDB (Produk Domestik Bruto).
GDP selama ini diyakini sebagai salah satu indikator penting yang mengukur kesehatan perekonomian sebuah negara. GDP adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu dan merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.
Singkatnya, GDP adalah segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja. Data GDP juga merupakan cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan.

Rating peringkat GDP Indonesia

Berdasarkan salah satu pendekatan yang umum digunakan, nominal GDP dihitung dengan menjumlahkan semua investasi, konsumsi total, pengeluaran pemerintah, dan ekspor (impor) netto. Pertumbuhan GDP (GDP Growth Rate) bisa dianggap sebagai ukuran perkembangan ekonomi negara tersebut dan sampai seberapa jauh ekonomi negara tersebut telah tumbuh atau sedang menyusut.

Sebuah negara di mana negara akan dikatakan mampu ketika memiliki PDB dengan jumlah tinggi. Jika sudah mengetahui nilai PDBnya, maka baru sebuah negara bisa mempertimbangkan banyak hal seperti menentukan kebijakan ekonomi apa dan seperti apa yang bisa meningkatkan nilai PDB.
Hal ini karena PDB bisa dijadikan alat ukur dari perekonomian sebuah negara.

Rilis Peringkat GDP Negara ASEAN

Dengan bersumber dari kompilasi data GDP negara-negara ASEAN yang dihimpun dari World bank dan IMF, didapatkan tabel video peringkat GDP negara ASEAN beserta prediksinya hingga tahun 2024.

Dari tabel video pemeringkatan tersebut dapat dilihat bahwa GDP Indonesia mulai memuncaki peringkat pertama sejak tahun 1970, dan tetap bertahan hingga tahun 2019 ini. Dan diprediksi sampai tahun 2024 pun Indonesia masih akan tetap menempati urutan pertama.

Baca Juga:  Mengetahui Data Pendukung US Non-Farm Payroll (NFP)

Terlihat sekali perbedaan jauh antara Indonesia sebagai peringkat pertama dengan Thailand di peringkat kedua. Di tahun 2019 Indonesia mencatatkan angka GDP 1.049 Milyar USD sedangkan Thailand hanya 494M USD.
Menyusul dibawahnya ada Singapura, Filipina dan Malaysia yang saling salip menyalip antara peringkat 3, 4 dan 5.

Dari 2007-2017 atau selama 10 tahun terakhir, GDP Indonesia senilai US$932,26 milyar dolar setahun, tumbuh 102,58% (7,31% YoY) dari US$460,19 milyar dolar. Investasi yang terus meningkat kemudian juga meningkatkan GDP per capita di Indonesia pada tahun 2019 ini.
Untuk melihat data mentah GDP dapat dilihat dari dari situs Bank Dunia ini.

Jika persentase laju pertumbuhan GDP suatu negara negatif, maka akan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi, walaupun perekonomian suatu negara dapat dikatakan mengalami resesi apabila laju pertumbuhan GDP mengalami minus dalam tiga kuartal berturut-turut.

Dalam dunia analisa forex, guna mengukur apakah pengaruh GDP terhadap pair mata uang yang ditradingkan itu mendukung atau melemahkan, perlu dilakukan pembandingan dengan periode sebelumnya dan perkiraan konsensus analis (ekspektasi/estimasi).
Contohnya jika GDP First Estimate kuartal II di negara Y adalah 2.5%, sedangkan GDP final kuartal I adalah 2.4% dan estimasi tetap, berarti dampaknya akan mendorong mata uang menguat. Apabila di GDP Second Estimate kuartal II ternyata angka-nya turun ke 2.3%, maka itu bisa mengakibatkan mata uang melemah, kecuali bila estimasi pakar memang menyebutkan kemungkinan penurunan tersebut.

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

© 2019 - Belajar Dasar Forex