Cara Mudah Menghabiskan Uang di Pasar Forex

Cara Mudah Menghabiskan Uang di Pasar Forex

4.56/5 (25) Forex adalah bisnis menguntungkan yang bisa menghasilkan banyak uang bagi trader. Namun forex juga bisa membuat trader bangkrut jika trader tersebut harus menghadapi serentetan transaksi rugi. Siapapun yang pernah mengalami hal ini bisa memberitahu Anda seberapa ngeri harus melihat deposit di akun trading terus-menerus berkurang.
Anda bisa menemukan ribuan artikel di internet yang berisi petunjuk menghasilkan profit dari pasar forex.
Cara Mudah Menghabiskan Uang di Pasar Forex

Pembahasan di artikel ini akan sedikit berbeda. Dalam artikel kali ini kami akan menginformasikan hal-hal apa saja yang biasa dilakukan trader forex yang menyebabkan mereka kehilangan uang dengan cepat. Dengan artikel ini, diharapkan trader yang membaca dapat memahami kesalahan-kesalahan sepele yang menjadi sebab margin call, dan bisa mengantisipasi dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.

Cara Menghabiskan Uang di Forex: TIDAK USAH TIDUR

Saya akan mengambil contoh dari pengalaman pribadi yang saya alami beberapa tahun lalu, saat masih baru dan belum berpengalaman. Setelah seharian berpergian, saya pulang, dan saat saya melihat chart, kondisi pasar sedang volatil dengan pergerakan yang cukup gila. Di setiap chart yang saya lihat, Dollar AS menunjukan penguatan yang cukup signifikan. Saya mencari informasi melalui beberapa situs berita dan menemukan adanya kejadian besar yang mendorong penguatan Dollar AS. Saya memutuskan untuk membuka transaksi di sesi pasar berikutnya, yang berarti saya harus mengorbankan jam tidur. Setelah begadang semalaman, dan berhasil meraup profit yang cukup besar (beberapa transaksi dengan resiko tinggi yang saya lakukan benar-benar menghasilkan profit yang besar), saya memutuskan untuk melanjutkan trading setelah tidur hanya 1 jam.

Siapapun yang mengatakan bahwa kekurangan tidur tidak berpengaruh buruk, pasti tidak pernah merasakan efeknya atau tidak pernah kekurangan tidur selama hidupnya. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Yang pasti adalah saya tidak sengaja tertidur diatas laptop saya, dan tidak sengaja menekan tombol buy di EURUSD saat USD sedang menguat. Tanpa perlindungan dari stop loss, ditambah menguatnya Dollar AS, transaksi yang tadinya tidak sengaja malah membawa kerugian besar. Kerugian ini tidak hanya mengurangi profit yang sudah saya dapat sebelumnya, namun juga mengurangi modal akun saya yang sebelumnya ribuan dollar menjadi kurang dari $300. Tidak perlu ditanya, setelah saya bangun dan saya menyadari apa yang terjadi, saya stress berhari-hari.

Jika Anda berpikir bahwa pengalaman saya ini hanya insiden yang kebetulan terjadi, coba cari di internet, Anda akan terkejut dengan banyaknya insiden serupa yang terjadi pada trader-trader yang juga kekurangan tidur. Kesalahan fatal yang terjadi hanya karena kurang tidur. Contoh kejadian lainnya yang serupa, seorang banker dari Eropa tertidur di tempat kerjanya, dan secara tidak sengaja memberikan pinjaman kepada seorang kustomer sejumlah miliaran euro. Untungnya kesalahan tersebut ditemukan dan bisa diatasi. Dalam forex, tidak ada kesempatan kedua untuk mengatasi kerugian Anda, jika Anda adalah salah satu korban kurang tidur yang mengalami peristiwa yang sama, tidak ada yang bisa menolong Anda.

Banyak iklan yang bertebaran di internet, yang menunjukan model-model cantik yang memegang uang berjuta-juta di tangan mereka, dengan headline bertuliskan: “DAPATKAN PROFIT RIBUAN DOLLAR DALAM WAKTU SINGKAT DENGAN MODAL HANYA RATUSAN”, jadi bukan misteri mengapa banyak sekali trader yang masih jatuh dalam jebakan ini.

Kecuali trader memiliki mantra ajaib yang bisa mengubah transaksi beresiko menjadi transaksi yang menghasilkan profit konsisten, menghasilkan ribuan dollar hanya dengan modal ratusan dollar dalam waktu singkat bisa dikatakan adalah pekerjaan mustahil.
Transaksi beresiko mungkin bisa menghasilkan profit untuk sementara waktu, namun jika pasar mulai berubah dan transaksi tersebut mulai menjadi serentetan transaksi rugi, hasil akhirnya bisa mengerikan. Berusaha mengubah $ 500 menjadi $ 50,000 dalam sekejap adalah resep bencana. Jika Goldman Sachs yang memiliki sekian banyak trader berpengalaman, yang penempatannya sudah dibuat sestrategis mungkin, masih bisa kehilangan $2 miliar Dollar AS dalam transaksi leverage, lalu apa yang menjamin trader retail dengan pengalaman minim bisa sukses di pasar dimana pemain besar saja masih bisa merugi?

Semua ini hanya berujung pada satu hal; manajemen resiko. Manajemen resiko yang baik menghasilkan hasil yang baik pula. Manajemen resiko yang buruk atau dilakukan asal-asalan, akan berakhir dengan hasil yang sangat merugikan. Bahkan pemain besar juga bisa mengalami hal ini. Manajemen resiko yang buruk adalah penyebab kejatuhan bank tertua di UK (Barings Bank). Manajemen resiko yang buruk juga pernah mempengaruhi neraca keuangan Goldman Sachs, Societe Generale, dan UBS.
Namun perbedaannya, bank-bank tersebut adalah bank raksasa yang mampu mengatasi kerugian yang dialami dan mempunyai pengaruh signifikan terhadap pasar forex. Untuk trader retail dengan modal kecil, manajemen resiko yang buruk bisa menyebabkan kebangkrutan.

Broker forex memiliki kewajiban untuk memberi peringatan kepada calon trader. Anda bisa cek di broker manapun, semua broker pasti menyarankan Anda untuk menggunakan “uang nganggur” sebagai modal trading. Banyak trader retail yang tidak menghiraukan atau menyepelekan peringatan ini. Sekarang mari lihat perbedaan antara trader yang menggunakan uang kebutuhan sehari-hari atau uang pinjaman sebagai modal, dengan trader yang menggunakan “uang nganggur”.

Setiap trader memiliki keterikatan emosional. Trading forex adalah kegiatan yang sangat mempengaruhi kondisi psikologis. Trading dengan uang kebutuhan sehari-hari atau bahkan dengan uang pinjaman, membawa efek keterikatan emosional yang lebih kuat, yang akan mengganggu kemampuan trader membuat keputusan yang logis.
Sebagai contoh, coba bayangkan transaksi berjalan yang sedang mengalami drawdown. Trader yang berpegang pada strategi mereka paham bahwa drawdown hanyalah bagian dari pergerakan harga, terlebih lagi karena tidak ada yang bisa memastikan 100% entry point mana yang tepat untuk posisi beli maupun jual. Sedikit pergerakan harga yang berlawanan arah dari posisi yang diambil sebelum transaksi tersebut menjadi profit sudah menjadi hal yang wajar.
Trader yang menggunakan uang kebutuhan sehari-hari atau uang pinjaman biasanya panik saat hal ini terjadi, dan memiliki kecenderungan untuk buru-buru menutup transaksi tersebut dengan alasan “menjaga modal”.

Tidak ada keuntungan yang bisa didapat dari menutup transaksi dengan kerugian untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Lakukan ini 10 kali atau 15 kali dan hampir bisa dipastikan akun tersebut akan mengalami margin call. Jika Anda trading dengan uang nganggur, emosi Anda akan lebih terjaga saat transaksi, dan akan lebih mudah untuk menghadapi drawdown sebelum transaksi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Saya mengalami hal ini terjadi beberapa kali. Ada beberapa transaksi yang mengalami drawdown pada akhirnya menghasilkan profit. Kemampuan untuk menempatkan posisi trading sedemikian rupa sehingga drawdown bisa dijaga ke level minimum hanya dimiliki trader-trader berpengalaman. Jadi lain kali Anda melihat peringatan dari broker, jangan abaikan peringatan tersebut.
Trading dengan uang kebutuhan sehari-hari atau uang pinjaman menimbulkan tekanan, dan trading di bawah tekanan hanya akan membawa kerugian daripada menghasilkan keuntungan.

Hal ini menjadi masalah besar di beberapa negara dimana trader retail terlambat masuk ke pasar. Banyak sekali “ahli” forex yang menghasilkan jutaan dari seminar-seminar forex akhir minggu ini. Saya kenal satu orang yang berhasil mengumpulkan begitu banyak uang dari seminarnya yang bertarif Rp. 2 juta per orang, dia bisa membangun sekolah privat. Satu lagi yang saya kenal secara personal, ia menghasilkan kurang lebih Rp.50 juta hanya dari satu kali seminar, pada akhirnya masuk ke bisnis Indomaret.
Memang penghasilan seminar ini bagus bagi para “ahli” ini, namun apa yang didapatkan trader? Banyak yang ditinggalkan dengan pengalaman buruk.

Aneh sekali jika dipikir, mengapa orang-orang yang ingin belajar tentang pasar forex yang berjalan dari hari Senin hingga Jumat, memilih untuk mengikuti seminar forex di akhir minggu, dimana pasar tutup dan platform trading tidak bisa digunakan. Bagaimana cara memahami teorinya tanpa demonstrasi?
Dengan dasar yang sudah salah, bagaimana trader yang mempelajari pasar forex hanya dengan teori dan tanpa praktik, berharap bisa bertahan di pasar yang dinamis dan didominasi bank sentral dan pemain-pemain besar yang beberapa bahkan memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun? Mereka hanya akan gagal pada akhirnya.

Cara Menghabiskan Uang di Forex: OVER-LEVERAGING DAN OVER-TRADING

Over-leveraging berarti penggunaan leverage yang terlalu tinggi. Jika trader tersebut profit, over-leveraging bisa menguntungkan. Namun kekurangannya adalah jika trader tersebut rugi, hanya 1 atau 2 kerugian bisa mengalahkan hasil dari 6 transaksi profit di akun dengan leverage terlalu tinggi.

Over-trading berarti membuka terlalu banyak transaksi dalam waktu bersamaan, atau membuka posisi terlalu cepat antara satu transaksi dengan yang lainnya, terlebih lagi jika transaksi sebelumnya rugi. Lebih sulit untuk mengawasi 5 transaksi berjalan, dengan pergerakan yang berbeda-beda setiap transaksinya. Bagaimana trader bisa menghasilkan profit dengan konsentrasi yang terpecah? Lebih baik menangani satu atau dua transaksi daripada terlalu banyak transaksi secara bersamaan.

Jika Anda ingin mengubah nasib buruk Anda di pasar forex, lakukan yang sebaliknya dari hal-hal yang sudah disebutkan diatas. Namun jika Anda tidak masalah mengalami kerugian terus menurus, silahkan melanjutkan kesalahan-kesalahan diatas.

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

Anda dapat juga diskusi dan sharing di Forum Trader Forex Indonesia

Belajar Dasar Forex