Bisnis Forex Ditinjau dari Sisi Broker Forex

Bisnis Forex Ditinjau dari Sisi Broker Forex

Artikel yang disharing salah satu netizen di Facebook berikut cukup menarik karena cukup membantu para trader forex untuk memahami binis forex dari sudut pandang yang berbeda. Semoga dengan tulisan ini anda dapat lebih mengerti bagaimana menyikapi kebijakan para broker forex ketika berhadapan dengan kita sebagai trader forex dan market forex itu sendiri.

Salam kenal sebelumnya, saya Rian Irawan Hariadi, seorang trader dan konsultan pembuatan broker. Saya aktif trader semenjak 2006 dan sekarang lebih focus sebagai jasa konsultan dan penyedia teknologi untuk membuat broker, jadi klien saya kebanyakan adalah broker-broker atau orang yang ingin membuat broker. Berbekal pengalaman diatas saya tertarik untuk sharing sebagian ilmu saya. Karena saya dulu (dan masih) seorang trader, kemudian bekerja di sebuah perusahaan pialang sebagai trader, dealer, lalu meningkat ke perusahaan teknologi untuk membuat broker, jadi sedikit banyak saya mengerti tentang bisnis ini DITINJAU dari sisi broker.

Apa itu Broker dan Bagaimana Broker Dapat Keuntungan?

Anda sebagai trader tentu sudah trading di broker-broker. Berbagai macam broker Anda trading, baik yang lokal maupun online. Tentu terbesit pertanyaan di benak Anda, Apa itu sebenarnya broker? Dan kenapa begitu banyak broker di luaran sana?

Jawaban pertama: Broker adalah perantara. Jawaban kedua secara gampangnya: Karena menjadi Broker adalah JAUH LEBIH MENGUNTUNGKAN dibandingkan trader, dan ini akan kita ulas lebih jauh.

Trading forex dilakukan oleh berbagai macam pihak di seluruh dunia mulai dari spekulan trader kecil2an seperti Anda-Anda sampai skala besar yaitu Bank internasional (Interbank Market). Tapi karena trader modal kecil-kecilan seperti Anda gak bisa masuk pasar bursa langsung di mana yang dibutuhkan adalah likuiditas super gede, maka Anda membutuhkan perantara untuk menampung transaksi Anda. Dan perantara itu adalah broker. Dari broker, orderan Anda diteruskan ke Liquidity Provider (LP) yang terdiri dari Bank-bank dan Lembaga Finansial besar sebagai pemain utama (1st Tiers), boleh dianggap LP ini adalah yang mewakili market forex.

Darimana broker mendapatkan keuntungan?

Secara teknis, broker mendapatkan keuntungan dari 2 hal: mark-up spread / komisi, dan mem-bandarkan tradingan klien-klien mereka (ya betul, kita anggap wajar aja hal ini dulu). Di broker-broker besar, hanya 30% keuntungan didapat dari Mark-up Spread dan 70% sisanya dari membandarkan (tapi di broker kecil dan ecek-ecek porsi ini kebalikannya ) ,

Mark Up Spread/ Komisi

Soal Mark Up Spread memang dari satu transaksi order mereka hanya mendapat 1-2 pips tapi bisnis broker ibaratnya sama seperti bisnis rokok, faktor pengali berpengaruh di sini. Berikut di bawah ini Saya tunjukin contoh spread yang dikasih untuk harga broker. Ambil contoh pair EUR/USD , Anda sebagai trader pernahkah melihat spread EUR/USD yang HANYA 4 pips (5 angka di belakang koma) ? Belum pernah? Nah itulah harga dasar spread yang diberikan untuk broker dari liquidity provider (LP) dengan kata lain itu adalah “harga modal” broker.

Adapun Anda sebagai trader umumnya melihat spread 10 , 15 atau bahkan 20 untuk EUR/USD, itu semua karena broker tempat Anda trading sudah me-Mark-Up duluan spread tersebut.

Membandarkan transaksi klien

Arti membandarkan di sini adalah broker TIDAK MENERUSKAN orderan transaksi yang diberikan klien kepada pasar, tetapi orderan itu diambil sendiri oleh broker, sehingga jika orderan itu Loss, maka Broker akan mengambil semua keuntungan dari Loss-nya klien, dan sebaliknya jika orderan klien itu ternyata profit, maka broker-lah yang harus menanggung profitnya. Hal ini disebut dengan sistem Counter-Party alias Broker menjadi lawan dari posisi klien (akan kita ulas sistem ini lebih lanjut).

Biar mudah memahani, analogikan bandar ini seperti Agen (maaf) Judi togel. Dalam judi togel para penjudi memasang kupon nomor tertentu dan uang kuponnya diberikan kepada Agen, dan selanjutnya Agen meneruskan transaksi tersebut kepada Bandar besar dan Agen menerima komisi penjualan. Tapi ada kalanya Agen tidak meneruskan pesanan para penjudi ke bandar, Agen lebih memilih untuk menduduki atau membandarkan atau meng-keep uang kupon para penjudi, dengan harapan seluruh penjudi yang membeli kupon melalui si Agen nomornya kalah semua sehingga seluruh uang kuponnya jadi milik si Agen, dengan begini Agen akan untung besar puluhan kali lipat dibandingkan hanya sekedar mendapat komisi.

Tapi akan jadi bencana besar bagi Agen apabila dari kupon penjudi yang dibeli melalui dia ternyata ada nomor yang keluar sebagai pemenang. Maka mau tidak mau, si Agen-lah yang harus menanggung uang kemenangan itu.
Si Penjudi tidak mau tahu, karena pokoknya nomornya dia keluar , dia menang, dan dia harus dapat uang. Dalam forex, Agen tersebut adalah broker! Demikian mudah2an jelas.

Lalu pertanyaannya sekarang: Apakah semua Broker Forex jadi bandar? Jawabannya adalah bisa iya bisa tidak, tapi tak bisa dipungkiri bahwa : KEUNTUNGAN TERBESAR BROKER ADALAH DARI SINI (lihat porsi 30-70 di atas). Jadi jika Anda melihat ada broker besar yang massanya banyak (kilen trader nya banyak) tetapi mereka mengaku bukan bandar, maka bisa saya pastikan itu 99% BULLSHIT!
Bagaimana mungkin sebuah Broker akan menjadi besar jika dia melulu hanya mendapat profit dari Mark Up Spread dan Komisi ?

Lalu apakah membandarkan itu merugikan klien? Jawabannya TIDAK JUGA. Broker boleh jadi membandarkan tapi keputusan trading tetaplah di tangan kita. Dan harga chart di mana-mana sama, jadi orderan dibandarkan atau tidak, selama posisi trading kita benar ya tetap saja profit. Tapi perkaranya akan lain kalo broker SUDAH MAIN CURANG dalam membandarkan.

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

Belajar Dasar Forex

Anda mungkin juga ingin membacaclose