Rupiah dan IHSG Menguat Menyambut Pencalonan Jokowi

IHSG dan kurs Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat, setelah Gubernur DKI Jakarta Joko widodo menyatakan siap menerima mandat sebagai calon presiden RI 2014 yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada hari Jumat, 14 Maret 2014.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 3,23 persen, melonjak 152,48 poin ke level 4.878. LQ 45 juga ditutup berada di zona hijau 4,56 persen atau 36,26 poin ke level 830,67. Padahal, pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG berada di zona merah.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, mematok rupiah pada level Rp11.421 per dolar AS. Namun, sore ini rupiah menguat. Berdasarkan data Kiwoom Securities pukul 15.54 WIB, rupiah berada pada level Rp11.377 per dolar AS. Adapun Bank Mandiri, pukul 16.01 WIB mematok kurs beli dolar AS pada level Rp11.387.

prediksi jokowi
Seperti diketahui, beberapa pengamat memprediksi bahwa adanya kepercayaan pasar terkait dengan majunya Jokowi. Jokowi diaanggap sangat pro pasar dan dinilai baik oleh pelaku pasar. Ekonom Kiswoyo Adijoe mengungkapkan, “Dengan terpilihnya Jokowi, IHSG bisa tembus 5.000 dalam waktu dekat. Malah tidak sampai akhir tahun ini.”
“Memang bisa mendukung. Bisa naik IHSG dan rupiah. Rupiah bisa di Rp 10.500 sampai Rp 11.500,” ujar Kiswoyo. Jokowi dinilai mampu menterjemahkan program pembangunan yang selama ini dinilai kurang berhasil pada masa kepemimpinan sebelumnya.

Ariston Tjendra, analis PT monex Investindo Futures, menyatakan bahwa penguatan rupiah terlihat setelah Jokowi menyatakan diri siap menjadi capres RI 2014. Menurutnya hal ini karena investor memandang Jokowi cukup positif sebagai sosok yang mampu membawa perubahan di Indonesia. “Sentimen positif menyambangi pasar Indonesia setelah Jokowi mendeklarasikan diri untuk menjadi capres,” kata dia.
Dia menjelaskan, rupiah berada di level Rp11.411 per dolar AS, sebelum Jokowi mengatakan siap menjadi capres. “Setelah Jokowi mengatakan kesiapan itu, rupiah menguat tajam sampai ke level Rp11.350 per dolar AS dan ini masih terus bergerak naik,” kata dia.

Menurut Ariston, penguatan rupiah berbarengan dengan kenaikan indeks di pasar saham, di mana indeks harga saham gabungan (IHSG) naik dari level 4.700 ke level 4.878. Tren pergerakan dan rupiah masih akan terus diamati hingga Senin pekan depan. “Tunggu Senin nanti, untuk ketahui konsolidasi rupiah, kemungkinan di kisaran Rp11.330 sampai Rp11.480,” kata Ariston.
Namun, ia menambahkan, sepertinya rupiah bisa melanjutkan penguatannya pada pekan depan. “Selama empat hari ini tren penguatan berhenti, karena investor tak mendapat momentum yang tepat. Ini sepertinya bisa digunakan untuk menaikkan rupiah,” tutur Ariston.

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Leave a Reply

Belajar Dasar Forex

Anda mungkin juga ingin membacaclose