Overbought dan Oversold

OB (Overbought) dan OS (Oversold) merupakan keadaan dimana harga tidak dapat lagi melanjutkan trendnya dikarenakan sudah terlalu mahal atau terlalu murahnya harga sehingga trend tidak dapat lagi dilanjutkan. Berbeda dengan support dan resistance yang merupakan level psikologis yang pada dasarnya hanyalah kesepakatan bersama tidak resmi diantara sesama trader, OB dan OS sendiri merupakan sebuah keadaan yang lumrah dan nyata terjadi di pasar (bukan semata perkara psikologis).

Dalam keadaan harga mencapai titik OB atau OS nya maka diharapkan harga akan berbalik arah dan trend akan segera berhenti. Jadi ketika bergerak naik dan titik OB sudah tercapai, maka harga akan kembali, trend naik akan berhenti lalu digantikan dengan bergerak turunnya mata uang. Begitu juga sebaliknya ketika harga bergerak turun lalu kemudian memasuki area OS maka harga akan bergerak kembali naik dan trend turun pun berhenti.

Sering kali OB dan OS juga terjadi pada titik-titik Support dan Resistance, hal ini dikarenakan keduanya adalah titik yang bersifat sama yaitu trend counter. Namun tidak selalu demikian. Tentu saja keputusan buy dan sell akan sangat menunjang sekali jika harga tidak berada pada titik-titik ekstrim ini.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya menentukan titik OB dan OS ini? Cara yang termudah adalah dengan menggunakan indikator bertipe Oscillator seperti RSI atau Stochastic. Indikator-indikator ini memang dirancang untuk menentukan titik-titik OB dan OS.

Dengan memperhatikan kita dapat memperkirakan kapankan sebuah trend berakhir dan digantikan dengan trend berikutnya. Dengan demikian kita dapat mengatur timing pembukaan posisi menjadi lebih baik lagi.

Incoming search terms:

  • cara membaca arah trend naik di awal trend

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Leave a Reply

test aja

Belajar Dasar Forex

Anda mungkin juga ingin membacaclose