Menggunakan Pivot Poin Untuk Memperkirakan Sentimen Pasar

Masih ada satu cara lain menggunakan pivot poin dalam strategi trading kita, yaitu dengan menaksir sentimen pasar. Tujuan dari pelajaran ini adalah agar kita paham dan dapat membaca kecenderungan para trader pada saat itu, apakah mereka cenderung memasang order buy atau sell.

Apabila harga bergerak ke atas dan menembus level pivot poin, ini merupakan isyarat jika harga mengalami bullish dan kita perlu segera memasang order buy atas mata uang.

Perhatikan grafik berikut yang menjadi contoh apa yang terjadi apabila harga tetap berada di atas level pivot poin.

gbr.perkiraan.sentimenpasar.dgpivot.poin

Pada contoh grafik di atas kita dapat melihat pair EUR/USD sempat terpecah dan dibuka kembali di atas level pivot poin. Harga kemudian bergerak naik dan terus melambung ke atas hingga menembus level resistance.

Sekarang bayangkan apabila harga justru anjlok dan menembus level pivot poin ke bawah, maka Anda harus segera menjual pair. Keberadaan harga di bawah level pivot poin akan memberi sinyal sentimen bearish dan seller memiliki kekuasaan atas sesi trading pada saat itu.

Perhatikan grafik GBP/USD berikut.

gbr.perkiraan.sentimenpasar.dgpivot.poin.2

Pada grafik di atas kita dapat melihat harga sedang menguji ketahanan level pivot poin, yang bertahan sebagai level resistance. Hal berikutnya yang kita tahu harga melanjutkan penurunan dan terus merosot. Apabila kita mampu membaca petunjuk sebelumnya, bahwa harga akan terus berada di bawah level pivot poin dan menjual pair tersebut, tak pelak kita akan meraup keuntungan yang besar. Bagaimana tidak, GBP/USD anjlok 300 pips.

Tentu saja, kita tidak selalu mendapatkan keuntungan sebab terkadang apa yang terjadi di lapangan forex sama sekali berbeda dengan contoh kasus. Kadang ketika kita mengira trader sedang berada di posisi bearish atas pair, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Pair malah berbalik dan membumbung ke atas!

gbr.perkiraan.sentimenpasar.dgpivot.poin.3

Pada contoh berikutnya apabila kita melihat harga anjlok, menembus level pivot poin, dan terjual, maka kita akan menjadi pecundang besar yang menyedihkan. Pada sesi perdagangan Eropa EUR/USD berbalik dan melonjak lebih tinggi sebelum kemudian menembus pivot poin. Bukan hanya itu, pair tersebut akhirnya bertahan di atas level pivot poin, menunjukkan bagaimana buyer membubarkan diri.

Pandangan seorang trader atas sebuah mata uang dapat berubah-ubah dari hari ke hari, bahkan dari sesi ke sesi. Inilah sebabnya kita tidak bisa begitu saja pasang order buy ketika harga berada di atas pivot poin atau menjual saat harga ada di bawah.

Namun jika kita menggunakan indikator pivot poin untuk sistem trading sederhana seperti demikian, ada baiknya jika kita mengombinasikannya dengan indikator lainnya agar dapat membaca sentimen pasar secara keseluruhan.

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Leave a Reply

test aja

Belajar Dasar Forex

Anda mungkin juga ingin membacaclose