Cara Membaca Indikator Average Directional Index Movement (ADX)

Cara Membaca Indikator Average Directional Index Movement (ADX)

Indikator ADX Dikembangkan oleh J. Welles Wilder pada pertengahan tahun 1970-an dan dijelaskan dalam bukunya “New Concepts in Technical Trading Systems” (Konsep Baru dalam Sistem Perdagangan Teknis), Average Directional Movement Index (ADX) adalah indikator teknis yang digunakan untuk mengukur momentum pasar trading forex atau menggambarkan jika pasar trading forex serta instrumen keuangan sedang tren atau tidak. Indikator ADX sebagai tambahan untuk Parabolic System.

Komponen ADX
ADX mempunyai tiga garis yang akan terlihat ketika di-plot ke dalam grafik. Garis-garis itu antara lain;
1. Positive Directional Indicator (+DI); garis yang mengukur kekuatan naiknya harga pada periode tertentu.
2. Negative Directional Indicator
(-DI); garis yang mengukur kekuatan turunnya harga pada periode tertentu.
3. Average Directional Index (ADX); Inti dari ADX, berupa gabungan dari kedua garis (+DI dan -DI) yang di-filter dengan Moving Average untuk menghasilkan ukuran kekuatan trend.

Cara membacanya adalah :
1. Apabila garis ADX semakin naik maka kekuatan sebuah trend semakin besar sehingga besar kemungkinan market bergerak lebih lanjut searah. Seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut:

indiADX.siembah.1

2. Suatu saat kekuatan trend mencapai puncaknya. Saat kekuatannya semakin melemah, maka diikuti oleh pembalikan arah trend. Seperti tampak pada gambar berikut ini :

indi.ADX.siembah.2

3. Ketika garis ADX relative mendatar dan cenderung menurun, grafik relatif datar dan sulit diprediksi. Inilah saat yang disarankan untuk menghindari membuka posisi.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa apabila nilai ADX nya di bawah 20 maka trend sangat lemah, dan ketika diatas 40 trend sangat kuat. Pendapat seperti ini memang benar tapi hanya dari satu sisi. Yang sebenarnya adalah jika nilai ADX ditentukan oleh periode yang digunakan. Jadi patokan nilai ADX tidak berlaku pada semua periode. Parameter period default ADX adalah 20, Akan tetapi guna menghasilkan signal yang lebih akurat kita dapat mengganti parameternya menjadi 5 .

Disamping sebagai pengukur kekuatan trend, indikator ini dapat berfungsi sebagai pemberi signal. Jenis signal dari ADX antara lain:

1. Crossing garis +D dan -D
Ketika garis +D memotong garis -D dari bawah, grafik selanjutnya akan naik .Begitu pula sebaliknya ketika garis +D memotong garis -D dari atas, grafik akan menurun. Sebagai contoh:
Akan tetapi ini akan berlaku efektif apabila dibarengi dengan peningkatan kekuatan (meningkatnya nilai garis ADX). Dengan asumsi bahwa apabila terjadi perubahan arah yang disertai tenaga yang semakin kuat maka perubahan arah tersebut akan berlanjut. Seperti tampak pada gambar ini :

indiADX.crossing.siembah.1

2. Menyentuh Area jenuh
Ketika garis +D bernilai dibawah 2 dan nilai garis ADX diatas 60, grafik akan balik arah naik. Apabila garis -D bernilai dibawah 2 dan nilai garis ADX diatas 60, grafik akan balik arah turun.
Entry pointnya adalah pada saat garis +D atau -D baru memantul. Misalnya seperti tampak pada gambar berikut ini.

indiADX.menyentuhareajenuh.siembah

Itulah salah satu cara menggunakan indikator ADX. Semoga dapat menambah pengetahuan cara analisa forex anda. Agar mendapatkan signal forex yang lebih baik dengan cara menggunakan ADX anda dapat mengatur periodenya sehingga bisa lebih cocok dengan jangka waktu trading anda dan gaya trading anda.

Incoming search terms:

  • indikator adx
  • apa itu indikator adx
  • cara membaca grafik plot index
  • cara membaca indikator average directional movement index
  • penggunaan adx dalam forex

Dapatkan Update BELAJAR FOREX melalui Email:

Dasarforex Reader

Leave a Reply

test aja

Belajar Dasar Forex

Anda mungkin juga ingin membacaclose